Cari Blog Ini

Minggu, 28 Maret 2021

Gagal Panen yang Berkah


"Ikannya Bapak yang di kolam mati semua."
Satu pesan masuk pagi itu. Pesan yang membuat satu orang kecewa, tapi ternyata membawa berkah bagi kami di perantauan.

Sudah sebulan aku tak bisa mencicipi masakan ibu. Walau hanya 4 jam perjalanan untuk sampai ke rumah Ibu,  Tapi Kali ini berbeda, virus memaksa kami di rumah saja. Kami biasanya bisa mudik 1 bulan atau 2 bulan sekali.

Kebun sebelah rumah sudah Bapak sulap dengan tambahan peternakan hewan. Salah satunya ikan mujair.

Pak, besok kalau aku mudik, aku mau beli ikannya buat digoreng ya. Begitu pesanku. Beberapa bulan lalu, Bapak mengambil keputusan yang mengejutkan. Pensiun setahun sebelum masanya. Berkebun dan beternak menjadi pilihan masa tuanya.

Tiap pagi, grup WA kami selalu diisi video dari Bapak. Bagaikan youtuber profesional, Bapak bercerita kegiatannya. Cucu-cucunya yang memang ada di luar kota sangat menantikan video ini.

Maka, pesan satu kalimat sebelum Lebaran ini membuatku membayangkan betapa kecewanya beliau.

-Bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan baca isi blogku. Aku tunggu komentar dari teman-teman ya!