Cari Blog Ini

Selasa, 12 Januari 2021

Streaming Film Komedi Action Teachers dengan Biaya Murah Hanya di STRO



Hampir setahun nih kita di rumah aja. Walaupun kayaknya kelihatan baik-baik saja, toh akhirnya kita kudu menjaga diri biar gak kena covid-19. Lalu gimana sih enaknya nyari hiburan tapi di rumah?

Gampang, kita bisa manfaatin layanan streaming yang biaya langganannya murah meriah. Apa itu? Kita bahas di akhir tulisan ya. Sekarang kita bahas dulu film komedi action rekomendasi berikut ini.

Film Action Komedi Rekomendasi
Jumat, 8 Januari 2021 kemarin, film Teachers untuk pertama kalinya ditayangkan. Bersama lebih dari seribu partisipan secara daring Streaming Indonesia.

Film Teachers yang merupakan original movie ini hasil kolaborasi SAS Film, SKYLAR PICTURES & STRO yang dihadirkan khusus untuk STRO, aplikasi streaming berbasis subscription (SVOD) dari Stroworld.

Peran utama dalam film ini adalah Yova Gracia sebagai Agnes dan Estelle Linden sebagai Meg. Mereka menjadi partner dalam menangkap penyelundupan narkoba di SD.
Sutradara Film Teachers, Sarjono Sutrisno menyambut hadirin dalam Screening & Press Conference ini.

Ajang ini spesial karena dihadiri oleh semua casts & crew beserta rekan-rekan media & blogger. Selain itu, telah dipilih ratusan penonton eksklusif yang diambil dari dari fanbase para pemain  serta subsrcibers STRO.

Film Teachers: Film Tidak Biasa
Film action comedy ini bercerita mengenai rencana penangkapan sindikat narkoba di sekolah dasar (SD). Bumbu komedi sangat kuat karena dibintangi juga Tarzan, Epy Kusnandar & Rizki Mocil.

Selain itu kita dapat menyaksikan penampilan dari Garry Iskak, Teddy Syah, serta beberapa cameo yang bikin kejutan. Belum lagi adegan penangkapan dengan penyamaran dari bintang-bintang utama ini seru, lucu dan tidak biasa.

Film berdurasi 80 menit, ini disutradarai oleh Sarjono Sutrisno. Beliau sudah aktif sejak 2008 menggeluti perfilman nasional sebagai executive producer untuk Skylar pictures, Aletta Pictures dan SAS Films. 

Aplikasi Streaming Biaya Terjangkau

Seperti yang kita tadi bahas di awal, STRO  adalah  aplikasi Streaming Film (anchor: www.stro.tv) yang dapat diakses melalui  android, iOs ataupun via browser web.

Download STRO segera dengan berlangganan hanya 10 ribu rupiah dan kita bisa menyaksikan banyak film. Isi masa pandemi kita dengan stok film di sini!

Jangan lupa follow Instagram @STROTV juga ya biar dapat notif film-film baru!


Kamis, 07 Januari 2021

Bagi Mona Ratuliu dan Para Orang Tua, Anakku "Nakal" Karena Ini ...

“Kamu ini nakal banget, sih! Mainannya diberantakin kayak gitu.”


“Heh, jangan usil. Itu kacanya nanti pecah!”

"Adek, jangan rewel. Bunda lagi banyak kerjaan!”

Pernahkah bunda atau ayah bertutur kata seperti itu? Atau pernah mendengar kalimat seperti itu di kehidupan nyata para calon bunda dan ayah?

Dalam buku Ayah Edy Punya Cerita, Ayah Edy menyatakan bahwa efek dari kalimat-kalimat negatif sangat dahsyat bagi masa depan seorang anak. Kalimat-kalimat negatif itu akan membawa pesan dan masuk di alam bawah sadarnya sampai akhir hayat, kecuali diganti dengan terapi. Bisa dibayangkan, saat anak mendapatkan pesan sampai ia tua, beban “cap jelek” kita dibawa ke mana-mana. Anak yang sudah membawa “cap jelek” dari orang tua, dia akan merasa tak disayangi.

Seperti salah satu anak, sebut saja dia E. E merasa dirinya benar-benar bodoh saat orang tuanya mencapnya bodoh di bidang matematika. Saat belajar pun, E selalu dibentak karena tidak paham dengan hal yang ibunya ajarkan. Lalu, E merasa ibunya tak sayang dengannya. Perilaku ini terlihat setelah ia dewasa, ia lebih nyaman ngobrol seharian dengan teman dekatnya. Memasuki era millennial ini, anak akan mulai terhanyut dengan input dari mana pun yang ia dapatkan. Jika orang tua tak dapat menjadi “teman” yang dekat dengan anaknya, maka anak akan lebih dekat dengan yang lain, yang kita pun tidak tahu dampak apa yang akan mengancamnya nanti.

Bagi aktris Mona Ratuliu dalam bukunya “Parenthink”, dia menyatakan sangat menyesal dengan kalimat negatif yang dia tuturkan untuk anak pertamanya, Mima. Saat itu, ia “kurang” dalam menimba ilmu menjadi orang tua. Ilmu parenting saat itu memang kurang update. Usia 21 tahun saat menikah, membuat ibu tiga anak ini terombang-ambing antara keluarga dan masa dewasa mudanya. Bentakan, makian, bahkan kekerasan fisik sering ia lakukan. Setelah ia mulai membuka wawasan tentang pengasuhan anak dengan hati, dan sekarang hubungannya dengan Mima layaknya hubungan teman dekat. Dua anaknya yang lain pun sudah happy karena sang Ibu dapat mencintai mereka dengan tulus.

Menurut Ustadz Harry Santosa dalam Kuliah WhatsApp Home Education, fitrah anak ada 4empat, meliputi fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat, dan fitrah perkembangan. Merujuk pada tema tulisan ini, fitrah belajar dan fitrah perkembangan yang akan ditonjolkan untuk menguak masalah kalimat negatif. Fitrah dalam KBBI berarti sifat asal atau kesucian. Bayi yang lahir sudah membawa fitrah dan memungkinkan akan terus dibawanya sampai mati jika ditangani dengan baik.

Fitrah belajar dibawa bayi sejak dalam kandungan, jika ia tidak suka belajar saat besar, maka fitrahnya menyimpang. Penelitian Annie Murphy Paul dalam buku What We Learn before We’re Born menyimpulkan bahwa bayi belajar sejak dalam kandungan dengan merekam dan merespon dalam berbagai hal yang dilakukan Ibunya. Misalnya saat sang Ibu terbiasa membaca Alquran, sang bayi akan cepat belajar mendengarkan dan mudah menghapalkan ayat-ayat suci tersebut.

Lain lagi fitrah perkembangan, firah ini menekankan pada perkembangan hidup manusia dan bagaimana ketepatan pendidikan yang harus diberikan sesuai usia anak. Perkembangan fisik dan psikologis pun bertahap sesuai usianya. Misalnya, anak diajari solat melalui penghayatan akidah berupa cinta kepada Allah SWT sebelum usia tujuh tahun. Tidak dibenarkan memaksa anak solat sebelum memasuki usia tujuh tahun.

Nah, dari fitrah-fitrah tersebut kita dapat mengerti jika kita salah sangka terhadap anak. Anak sesuai usianya akan matang perkembangannya sesuai stimulasi orang tua. Jika anak usia dua tahun sudah diajarkan solat dengan paksaan, dia tidak akan enjoy menghayati bagaimana mencintai Allah dengan tulus. Maka, dampak yang ditimbulkan anak adalah anak akan berontak jika disuruh solat saat memasuki usia tujuh tahun. Nah, di sinilah kerap kali orang tua mencap anaknya enggak nurut, nakal, susah dibilangin, dan sebagainya. Padahal sikap itu, secara tak sadar kita yang memasukkannnya setiap hari ke otak anak. Kalimat-kalimat negatif dan cap-cap jelek kepada anaklah yang membuat anak terlihat “nakal”.

Dalam fitrah belajar, anak terkadang hanya meniru kita. Orang tua merupakan teladan bagi anak-anaknya. Bagaimana anak akan berkata halus dan sopan jika orang tua malah senang membentak anak? Bagaimana anak akan bersikap baik jika orang tua malah memukul anak? Sampai sini, kebayang ya maksudnya?

Jadi, bukanlah salah anak membangkang. Bukan juga salah dia terlihat “nakal”. Semua perilaku mereka hanya sebagian penyimpangan fitrah dari tanggapan kita, orangtuanya. Semoga semua orang tua secara sadar menanyakan dirinya sendiri, “Sudahkah saya meminta maaf atas apa yang saya lakukan terhadap anak?”

KECELAKAAN DALAM KERJA (Seri Sosialisasi K3)

Di Indonesia setiap kejadian kecalakaan kerja wajib dilaporkan kepada Departemen Tenaga kerja selambat-lambatnya 2 (dua) kali 24 jam setelah kecelakaan tersebut terjadi. Ada dua undang-undang yang mewajibkan laporan itu yaitu : Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 tentang jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Kecelakaan kerja yang wajib dilaporkan adalah kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja maupun kecelakaan dalam perjalanan yang terkait dengan hubungan kerja.

Tujuan dari kewajiban melaporkan kecelakaan kerja ialah :
agar pekerja yang bersangkutan mendapatkan haknya dalam bentuk jaminan dan tujangan.
Agar dapat dilakukan penyidikan dan penelitian serta analisis untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Laporan kecelakaan kerja umumnya ringkas dan mengikuti bentuk/formulir tertentu yang menggambarkan kejadian kecelakaan tersebut disertai rekomendasi langkah pencegahan. Laporan kejadian disertai dengan suatu analisis terhadap faktor penyebab kecelakaan kerja baik faktor manusia maupun faktor kondisi yang berbahaya.

Mengingat bahwa kecelakaan kerja merupakan disfungsi sistem suatu unit, dengan demikian obyek analisis tidak hanya pada pada unsur manusia/pekerja dan lingkungan namun harus menelusuri kembali disfungsi elemen, termasuk hal-hal yang mendahului kejadian kecelakaan (near accident/incident). Analisis kejadian kecelakaan merupakan kilas balik langkah demi langkah sesudah terjadi kecelakaan.

Analisa kecelakaan kerja yang efektif harus dapat :
1. menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi
2. menentukan sebab yang sebenarnya
3. mengukur resiko
4. mengembangkan tindakan kontrol
5. menentukan kecenderungan (trend)
6. menunjukan peran serta
Apa yang Dianalisis
• setiap kecelakaan yang terjadi, termasuk yang tidak membawa kerugian
• setiap kecelakaan yang membawa kerugian keadaan hampir celaka (incident) dan keadaan near miss, (hampir celaka)
Langkah-langkah analisis
• petugas yang berwenang dan mempunyai kemampuan dan keahlian untuk tugas tersebut
• pengawasan kerja line
• dapat dilakukan oleh manajer madya
Langkah-langkah analisis
1. tanggap terhadap keadaan dengan cepat dan positif .
2. kumpulkan informasi yang terkait
3. analisa semua fakta yang penting
4. kembangkan dan ambil tindakan perbaikan
5. membuat laporan analisis
Cara analisis

Analisis diawali dengan mengumpulkan informasi sehingga dapat menerangkan dengan jelas dan runtut kejadian kecelakaan secara tepat, jelas dan objektif. Analisis menyusun sejumlah fakta yang mendahului (anteseden) kecelakaan tanpa interprestasi atau menyatakan pendapat pribadi.

Ada 2 (dua) hal karakteristik anteseden, yaitu :
1. Anteseden tidak tetap, hanya terjadi sekali-sekali/tidak tetap
2. Anteseden tetap, merupakan penyebab penting dengan atau anteseden tidak tetap.
Informasi dikumpulkan di tempat kejadian segera setelah terjadi kecelakaan. Penyelidikan dan analisis sebaiknya dilakukan oleh petugas yang terlatih atau petugas yang telah mengenal dengan baik tempat kerja tersebut. Informasi diperoleh dari korban, saksi mata, teman sekerja, pengawas kerja dan lain-lain. Informasi dapat dilengkapi dengan laporan teknis untuk mendukung analisis.

Dalam analisis kecelakaan kerja pertama kali harus mencari fakta yang mendahului (anteseden) yang tidak tetap dan mencari hubungan logis. Kemudian anteseden tetap yang berperan terhadap kecelakaan.Dalam menyusun suatu analisis, seorang analisis bekerja mundur, mulai dari cidera, kejadian kecelakaan anteseden tetap dan tidak tetap yang langsung berkaitan dengan kejadian kecelakaan dan anteseden lain yang mendahului. Kaitan antar anteseden dengan kejadian kecelakaan digambarkan dengan bagan yang disebut pohon penyebab.

Pohon penyebab memperhatikan semua anteseden yang ditemukan yang menjurus kepada kejadian kecelakaan serta memperhatikan hubungan yang logis serta bersurutan. Pohon penyebab menunjukan suatu rangkaian anteseden yang secara langsung atau tidak langsung dapat menyebabkan kecelakaan, mulai dari akhir kejadian, yaitu cidera.

Untuk setiap fakta/penyebab yang mendahului (anteseden) secara sistematis ditanyakan :
• Anteseden (misalnya a) mana yang jadi penyebab langsung anteseden lainnya (misalnya b)
• Bila Anteseden ‘a’ tidak jadi penyebab anteseden ‘b’ maka anteseden mana saja yang jadi penyebab (misalnya a1, a2, an) dan seterusnya.
Dalam menyusun diagram pohon penyebab, seorang analisis perlu meluruskan dan mencari fakta baru sehingga kadang-kadang jauh kebelakang kejadian.

Untuk mencegah kecelakaan serupa, semua faktor-faktor penyebab dihilangkan khususnya faktor yang dominan.Analisis kecelakan kerja disamping merupakan usaha mencari penyebab kecelakaan, mencegah kecelakaan serupa, juga sangat diperlukan dalam sistem statistik kecelakaan. Oleh karena itu laporan analisis kecelakaan harus dapat menggambarkan hal-hal sebagai berikut :
• Bentuk kecelakaan Tipe cidera pada tubuh
• Anggota badan yang cidera akibat kecelakaan
• Sumber cidera misalnya objek, pemaparan bahan
• Tipe kecelakaan Peristiwa yang menyebabkan cidera
• Kondisi berbahaya Kondisi fisik yang menyebabkan kecelakaan
• Penyebab kecelakaan Objek, peralatan, mesin berbahaya (*).